Sabtu, 20 Juli 2013

Mengenali Bahaya Lemak Pada Remaja

Makanan lemak yang berlebih memang dapat memicu berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan. Bahaya lemak pada remaja, orang dewasa dan lansia memang tidak dapat dianggap enteng, karena dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti kolesterol, jantung, obesitas, dll.

Pada jurnal tahunan The Endocrine Society ke-95 di San Fransisco, Amerika Serikat tentang bahaya lemak pada remaja dan orang dewasa dilansir oleh Universitas CEU-San Pablo, Madrid, Spanyol dengan melibatkan penelitian pada tikus yang menemukan, bahwa makanan tinggi lemak pada masa remaja memiliki efek jangka panjang terhadap proses belajar dan daya ingat.

Mengenali Bahaya Lemak Pada Remaja

Bahaya lemak pada remaja
Bahaya lemak pada remaja

Dalam studi yang mengemukakan bahaya lemak pada remaja ini, selama 8 minggu, 15 ekor tikus jantan diberi diet kalori normal tapi tinggi lemak (45% kalori berasal dari lemak jenuh yang tidak sehat). Sebagai kelompok kontrol, 15 ekor tikus diberi diet biasa dengan jumlah kalori yang sama. Dilakukan penelitian serupa terhadap tikus dewasa.

Tikus remaja dengan diet tinggi lemak menjadi obes sedang namun tidak diabetes, dan menunjukkan gangguan memori spasial secara signifikan. Memori spasial berguna untuk merekam informasi yang dibutuhkan untuk menavigasi lingkungan yang familiar, dan penting untuk proses belajar.

Tikus dewasa yang mendapat diet tinggi lemak menunjukkan performa yang baik dalam tugas memori; berarti mereka tidak sensitif terhadap efek lemak.

Disimpulkan mengenai bahaya lemak pada remaja, pusat memori otak peka terhadap diet tinggi lemak selama masa remaja karena terdapat perubahan hormonal di otak, khususnya leptin. Menyajikan makanan sehat di rumah, membantu menjaga daya ingat remaja hingga mereka dewasa.

Demikianlah informasi yang dilansir dalam pertemuan di jurnal The Endocrine Society ke-95 tentang bahaya lemak pada remaja. Semoga bermanfaat :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar