Jumat, 22 Maret 2013

Cerita Legenda Putri Kemuning dan Jaka Budug

Di bawah ini adalah sebuah cerita legenda Putri Kemuning dan Jaka Budug. Selamat membaca.

Ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Ringin Anom. Rajanya bernama Prabu Aryo Seto. Raja mempunyai seorang puteri bernama Putri Kemuning.

Prabu Aryo Seto memerintah dengan bijaksana dan adil. Maka kerajaan Ringin Anom terkenal tenteram, makmur, tidak pernah terjadi kekacauan. Namun Prabu Aryo Seto sangat masgul ketika puterinya Putri Kemuning terserang penyakit langka yaitu keringat berbau tidak sedap. Sang Prabu berusaha sekuat tenaga mencari obat, mencari tabib agar sakit Putri Kemuning dapat tersembuhkan.

Berbagai upaya dilakukan seperti makan daun kemangi, beluntas, juga tidak berhasil. Usaha terakhir dilakukan Prabu Aryo Seto yaitu bersemedi, meminta petunjuk Tuhan agar penyakit langka itu dapat tersembuhkan.

Pada saat semedi, Prabu Aryo Seto mendengar suara: "Hai Prabu Aryo Seto! Bila engkau ingin putrimu sembuh seperti semula, adakanlah sayembara. Isi sayembara: Barang siapa dapat memetik daun Sirna Ganda yang tumbuh dalam gua di kaki gunung Arga Dumadi yang dijaga oleh seekor naga sakti dan selalu menyemburkan api dari mulutnya. Siapa berhasil memetik daun, akan mendapat hadiah sebagai menantu Sang Raja. Dan daun Sirna Ganda harus dimakan oleh Putri Kemuning!"

Seminggu setelah sayembara diumumkan, kerajaan Ringin Anom kebanjiran peserta sayembara. Mereka menginginkan hadiah yang menggiurkan. Pada hari ketujuh, datanglah seorang pemuda buruk rupa yang menderita sakit budug. Karena penyakit tersebut, ia dinamakan Jaka Budug. Ia menghadap sang prabu dengan maksud membantu menyembuhkan penyakit langka Putri Kemuning. Ia berdatang sembah, "Ampun tuanku! Hamba mohon ampun. Hamba memberanikan diri mengikuti sayembara untuk meringankan penderitaan Sang Putri."

Sang raja tertegun. Ia tatap tubuh Jaka Budug yang buruk rupa. Hatinya galau. Seandainya pemuda itu berhasil, apakah putrinya bersedia menjadi istrinya. Namun ia adalah raja yang dikenal adil dan bijaksana, tidak mungkin ia membeda-bedakan keadaan rakyatnya, maka berkatalah ia, "Baiklah Jaka Budug! Kau juga rakyatku. Keinginanmu kuterima! Engkau boleh mengikuti sayembara ini!"

Sembah Jaka Budug, "Ampun, Tuanku! Hamba mohon kepada Tuanku Sang Raja, sebelum melaksanakan tugas, apakah diperkenankan melihat keadaan Sang Putri?"

Jawab sang raja, "Silakan." Setelah melihat keadaan Putri Kemuning, Jaka Budug mohon diri untuk melanjutkan tugas mengambil daun Sirna Ganda.
Cerita Legenda Putri Kemuning dan Jaka Budug
Ilustrasi bersumber dari Google
Dari kejauhan, Jaka Budug telah dapat melihat semburan api dari mulut naga sakti penjaga pohon Sirna Ganda. Jaka Budug dengan gesitnya memaikan pedang yang dibawanya mengenai badan ular naga. Badan ular naga yang terkena goresan pedang mengeluarkan darah dan darah tersebut mengena badan Jaka Budug. Anehnya badan Jaka Budug seketika menjadi halus dan bersih dari penyakit Budug.

Melihat tubuh dirinya bersih, Jaka Budug berjuang keras untuk membunuh ular naga sakti. Dengan kemampuan dan kelincahan Jaka Budug, akhirnya Naga Sakti mati terbunuh. Pedang menancap pada leher ular, dan darah memancar dengan derasnya. Oleh Jaka Budug, darah ular dipakai untuk mencuci wajahnya dan membasahi seluruh tubuhnya. Seketika badan Jaka Budug bersih, tanpa ada bekas dari penyakit yang dideritanya.

Setelah ular naga mati, Jaka Budug segera mengambil beberapa lembar daun Sirna Ganda, lalu dipersembahkan kepada Prabu Aryo Seto.

"Anak muda, siapakah kau ini?" tanya Sang Prabu.

"Hamba adalah Jaka Budug, Tuanku."

"Tapi... Jaka Budug badan dan wajahnya tidak setampan engkau?"

"Inilah karunia dewata, Tuanku. Tubuh dan wajah hamba berubah karena mandi darah si Naga Sakti."

Jaka Budug kemudian menceritakan pengalamannya sewaktu melawan ular naga sakti. Mendengar cerita tersebut, Prabu Aryo Seto merasa senang sekali. Putri Kemuning makan daun Sirna Ganda, sehabis makan terjadi suatu keajaiban. Putri Kemuning menjadi sehat kembali. Kini bau keringat Putri Kemuning kembali harum. Sesuai dengan janji Prabu Aryo Seto maka Jaka Budug diambil menantu, dipersuntingkan dengan Putri Kemuning. Jaka Budug dan Putri Kemuning hidup bahagia sebagai pewaris tahta.

Demikianlah cerita legenda Putri Kemuning dan Jaka Budug.

Kamis, 21 Maret 2013

Kisah Nabi Yakub: Hijrah dan Wasiat Nabi Yakub as.

Setelah yang lalu Terselubung2014 menceritakan kisah Nabi Yakub as. bagian pertama, untuk membacanya sobat dalam menemukannya di sini. Dan untuk kali ini, blog sederhana ini akan membahas Kisah Nabi Yakub hijrah ke Palestina dan wasiat kepada anak-anaknya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Nabi Yakub Hijrah Ke Palestina

Setelah kerajaan Raja Saljam yang zalim itu dihancurkan, Nabi Yakub as. berhijrah ke Palestina untuk menemui pamannya, yang bernama Laban. Ketika itu, beliau melakukan perjalanannya pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Karena perbuatannya itulah Nabi Yakub kemudian dinamakan Bani Israil yang artinya suka berjalan di malam hari.

Di dalam perjalanan hijrahnya ke Palestina, Nabi Yakub as. tertidur di atas batu, kemudian bermimpi. Di dalam mimpinya itulah beliau mendapatkan wahyu dari Allah swt. "Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Akulah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu. Aku telah mewariskan bumi yang suci ini (Baitul Maqdis) untukmu dan keturunanmu. Aku beri engkau kitab dan pelajaran serta hikmah dan kenabian."
Kisah Nabi Yakub: Hijrah dan Wasiat Nabi Yakub as.
Kisah Nabi Yakub: Hijrah dan Wasiat Nabi Yakub as.

Wasiat Nabi Yakub as.

Nabi Yakub as. pada masa tuanya hidup bersama anaknya yang bernama Yusuf di negeri Mesir. Ketika itu, Yusuf menjadi pembesar di negeri itu. Akhirnya, Nabi Yakub as. meninggal dunia di Mesir dalam usia 147 tahun. Dan beliaulah keturunan Bani Israil terbesar di Mesir, yang kelak diperbudak oleh Raja Fir'aun, dan dibebaskan kembali oleh Nabi Musa as. Ketika ajalnya telah mendekat, Nabi Yakub as. sempat berwasiat kepada anak-anaknya. Di dalam alquran Allah swt. telah menceritakan hal ini dengan firman-Nya yang artinya adalah sebagai berikut:

"Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalanku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (Q.S. al-Baqarah : 133).

Demikianlah kisah Nabi Yakub as. Semoga ada hikmah dan pelajaran yang dipetik dari kisah tersebut.

Kisah Nabi Yakub as.

Di bawah ini adalah kisah Nabi Yakub as. Semoga dapat memberi hikmah bagi kita semua.

Nabi Yakub as. adalah anak Nabi Ishak as. Beliau diutus oleh Allah swt. untuk menyeru umatnya agar menyembah Allah swt., Tuhan Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya.

Menurut riwayat, Nabi Yakub as. diutus di desa Nabulis, di negeri Kan'an. Mata pencahariannya adalah bertani dan berternak. Beliau mempunyai dua orang istri bersaudara yang bernama Layya dan Rahil. Ketika itu belum ada larangan Allah swt. bahwa seorang laki-laki tidak diperkenankan beristrikan dua wanita bersaudara sekaligus, kecuali yang pertama telah meninggal dunia. Di dalam alquran Allah swt. terangkan dalam surah an-Nisa' ayat 23.

Layya dan Rahil mempunyai dua orang hamba sahaya, masing-masing bernama Zulfah dan Balhah. Kedua sahaya ini dikawinkan pula oleh Nabi Yakub as. Dari istri-istri tersebut, Nabi Yakub as. memperoleh dua belas anak laki-laki. Dari istrinya Layya, 1. Rawbin, 2. Syam'un, 3. Lawi, 4. Yahuza, 5. Yasakir, 6. Zabulon. Dari Rahil, 1. Bunyamin, 2. Yusuf. Dari Balhah, 1. Dan, 2. Naftali. Dari Zulfah, 1. Jad, 2. Asyir.
Kisah Nabi Yakub as.
Kisah Nabi Yakub as.

Perang Melawan Raja Saljam

Di negeri Nabi Yakub as. ketika itu berkuasa seorang raja bernama Saljam. Ia amat zalim terhadap rakyatnya. Untuk menghilangkan kezaliman yang dilakukan oleh sang raja maka Nabi Yakub as. memerintahkan segenap keluarganya untuk ikut serta memeranginya.

Maka terjadilah perang antara keluarga Nabi Yakub as. dengan Raja Saljam. Nabi Yakub as. menyerahkan pimpinan pasukan dari pihak keluarganya kepada puteranya, Syam'un yang gagah perkasa. Dengan keberaniannya, akhirnya Syam'un berhasil mengalahkan Raja Saljam. Kemudian masuklah Nabi Yakub as. beserta putra-putranya ke dalam benteng pertahanan musuh yang telah hancur dan hartanya dijadikan harta rampasan perang (ghanimah).

Demikianlah kisah Nabi Yakub as. bagian pertama, untuk bagian selanjutnya insya Allah akan diposting di lain waktu. Semoga kisah nabi dan rasul di atas dapat bermanfaat.

Selasa, 19 Maret 2013

Kisah Nabi Ishak as.

Di bawah ini adalah kisah Nabi Ishak as. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda.

Nabi Ishak adalah putra Nabi Ibrahim as. bersama Sarah. Ishak artinya tertawa. Dinamakan demikian karena ibunya tertawa sewaktu mendengar kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung, padahal umur Sarah pada waktu itu sudah 99 tahun dan Ibrahim sudah 120 tahun. Ada juga yang menyebutkan Sarah pada waktu itu berumur 90 tahun dan Ibrahim 100 tahun.

Sarah merasa terlalu tua untuk melahirkan, itulah sebabnya ia tertawa ketika mendengar kabar akan mengandung dan melahirkan anak. Mengenai hal ini, Allah swt. jelaskan dalam surah Hud ayat 71 - 73. Oleh sebab itu, Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah mengucapkan puji syukur atas berita gembira itu. Allah swt. jelaskan pula di dalam alquran surah Shad ayat 45 - 47.

Nabi Ishak as. mengajak kaumnya untuk beribadah dan hanya menyembah Allah saja tanpa menyekutukan-Nya. Ia juga menerima wahyu dan meneruskan ajaran ayahnya yaitu Ibrahim. Dalam memimpin umat, Nabi Ishak as. dikenal sebagai nabi yang bersifat ramah tamah hingga umatnya merasa senang, rukun dan diberi kemakmuran yang berlimah ruah oleh Allah swt.
Kisah Nabi Ishak as.
Kisah Nabi Ishak as.

Keturunan Nabi Ishak as.

Nabi Ishak as. kawin dengan wanita Haran (Irak) dan dikarunia dua orang putra. Yang pertama bernama 'Ish dan yang kedua bernama Ya'qub. Anaknya Ya'qub di kemudian hari diangkat menjadi nabi dan rasul Allah. Nabi Ya'qub as. kemudian mempunyai keturunan yang banyak, di antaranya Nabi Yusuf as. Nabi Ishak jualah yang menurunkan nabi-nabi Bani Israil, termasuk Nabi Isa as. Nabi Ishak as. wafat dalam usia 180 tahun dan dimakamkan di Jiran (sekarang dinamakan Madinah).

Senin, 18 Maret 2013

Tutorial | Belajar Membuat Web Design dengan Sederhana dan Mudah

Belajar Membuat Web Design dengan Sederhana
Tutorial | Belajar Membuat Web Design dengan Sederhana dan Mudah
Tutorial | Belajar Membuat Web Design dengan Sederhana dan Mudah - Pada artikel kali ini saya akan sharing sedikit tentang tutorial atau cara membuat website dengan mudah, saya sudah mencobanya karena ada tugas jaman masih sekolah dulu. Untuk memudahkan pekerjaan saya tersebut, Saya membuat websitenya tidak dari awal melainkan mencari template yang ada banyak di internet dan gratis dan hanya tinggal mengeditnya sedikit. Untuk itu saya akan mengasih sedikit tutorial bua.

Tutorial | Belajar Membuat Web Design dengan Sederhana dan Mudah

Bahan dan Alat :
  1. Dreamweaver CS3
  2. Templete Web yang sudah jadi, dan bisa mencarinya dari internet.
  3. Browser Untuk Mencoba / Melihat hasil design.
  4. dan XAMPP untuk aplikasi web server lokal.
Caranya adalah sebagai berikut :
  1. Download XAMPP terlebih dahulu disini
  2. Kemudian diinsttal XAMPPnya sampai bisa berfungsi dengan baik.
  3. Install Dreamweaver CS 3 jika anda belum punya cari diinternet, maaf saya tidak menyediakan link downloadnya.
  4. Buka Dreamweaver CS3 dan buat site yang di linkkan ke localhost di file htdoc di directori XAMMP, hal tersebut untuk memudahkan dalam mengedit file html dan lain-lain.
  5. Extrac file web yang telah anda download di directory XAMPP di folder htdoc.
  6. Buka directory tersebut dengan Dreamweaver CS3 dan klik salah satu file yang akan anda edit.
  7. Dan silahkan anda edit sesuka anda dan dengan sekreatif mungkin.
  8. Selesai.
Dan Hasilnya saya mendapatkan nilai yang lumayan bagus walaupun tidak bagus-bagus banget, hehe. semoga artikel dari terselubung2014 ini bisa bermanfaat untuk anda

Minggu, 17 Maret 2013

Dongeng Putri Duyung

Di bawah ini adalah sebuah dongeng putri duyung. Selamat membaca.

Konon putri duyung itu bernama Ariel. Ia adalah putri Dewa Laut bernama Triton. Berbeda dengan para penghuni istana bawah laut. Ariel lebih suka bermain-main di atas permukaan laut atau di pulau-pulau kosong. Sementara para penghuni istana bawah laut lebih suka tinggal di dasar samudra.

Begitu seringnya Ariel ke permukaan laut sehingga ayahnya si dewa laut memperingatkannya.

"Ariel, kau jangan sering-sering ke permukaan laut."

"Memangnya kenapa, ayah?" tanya Ariel.

"Jangan-jangan kau nanti bertemu manusia," jawab si dewa laut.

"Ayah, apa dan siapa manusia itu?"

"Ah... kau ini, kau memang belum tahu," gumam Dewa Laut, "Bahwa di atas laut terutama di daratan ada makhluk bernama manusia."

"Apa mereka seperti kita, ayah?"

"Ya, sebenarnya mirip kita atau kita yang mirip mereka, hanya saja kebanyakan manusia bersifat jahat dan hanya mau menang sendiri."

"Apa tida ada yang baik, ayah?"

"Hmmm... ada juga, tapi hanya sedikit manusia yang berhati baik."

"Wah, aku jadi penasaran dan ingin bertemu manusia."

"Hah? Jangan Ariel!" Dewa Laut kaget mendengar keinginan anaknya.

"Kenapa ayah?"

"Jangan anakku, kau nanti dapat celaka!" Dewa Laut berkata sungguh-sungguh, "Lebih baik kau bermain-main di bawah laut saja."

"Ah... ayah, siapa yang berani mencelakakanku? Aku kan putri Dewa Laut yang sangat sakti. Ayah pasti juga tidak akan tinggal diam jika aku dicelakakan manusia."

"Ah, kau ini Ariel!"

Begitulah Ariel memang putri duyung yang tercantik di antara sekian banyak putri duyung. Usia Ariel juga masih sangat muda, baru tujuh belas tahun. Ibarat bunga yang sedang mekar.

Pada suatu hari Ariel muncul ke permukaan laut. Kebetulan tak jauh darinya ada sebuah kapal besar. Di atas geladak kapal yang indah itu tampak beberapa orang sedang bermain musik dan menari, tiba-tiba pandangan Ariel menatap seorang pemuda yang sedang duduk mengamati teman-temannya yang sedang menari.

"Ayo Pangeran Erik, ikutlah menari bersama kami," ajak seseorang yang sedang menari.

"Oh, pemuda tampan itu dipanggil Erik," gumam Ariel yang mengintip mereka dari bawah geladak.

Tiba-tiba saja badai besar datang diiringi hujan lebat dan kilat yang menyambar-nyambar dan angin kencang. Seketika kapal besar itu terombang-ambing bagaikan kapal kertas saja. Pangeran Erik dan anak buahnya berusaha agar kapal itu tidak terbalik. Badai semakin besar dan menggila dahsyat. Kapal itu mulai oleng. Tiba-tiba kilat menyambar tiang kalap, "Kraaakkkk!" dan patahan tiang kapal menimpa tong mesiu.

Terdengar ledakan dahsyat. Pangeran Erik yang berada di dekat tong mesiu terlempar dan terbawa arus ombak yang menggelagak.

"Pangeran...!" pekik Ariel yang memperhatikan pemuda itu sejak tadi. Pangeran Erik terseret air, jika tidak lekas ditolong tentu ia akan tewas ke dasar laut.

Ariel cepat bertindak, disambarnya Pangeran Erik dan ditariknya ke atas permukaan air. Sembari memegangi Pangeran Erik, putri duyung yang cantik itu berenang ke pantai.

Sementara Pangeran Erik masih pingsan, Ariel berusaha mengeluarkan air dari dalam perut pemuda itu. Lalu ia membelai-belai kepala Pangeran Erik. Tanpa disadari, sebenarnya Ariel tertarik dan jatuh cinta pada Pangeran Erik. Ia sangat ingin hidup bersama Pangeran Erik di dunia manusia.

Pada saat itu Pangeran Erik hampir sadar, ia sudah mulai membuka sepasang mata dan heran ketika sebuah wajah cantik dan tangan halus membelai kepalanya. Pada saat yang sama Ariel mendengar anak buah Pangeran Erik datang.

"Aku harus cepat-cepat pergi sebelum diketahui manusia," kata Ariel sembari cepat-cepat menceburkan diri ke laut. Ariel kembali ke istana bawah laut. Ia yang tadinya ceria kini berubah menjadi pendiam, ia sering melamun.

Beberapa hari kemudian, Dewa Laut memergoki anaknya sedang melamun, "Nah, benar kan...," tiba-tiba suara ayahnya menyadarkan Ariel dari lamunan.

"Apanya yang benar, Ayah?"

"Kau mulai terpengaruh oleh manusia, iya kan?"

"Beb... benar Ayah."

"Nah... nah..., kau ini pastilah sudah terkena sihir para manusia."

"Sihir? Tidak ayah, mungkin... mungkin aku sedang jatuh cinta. Aku selalu ingin bertemu dan dekat di sisinya."
Dongeng Putri Duyung
Dongeng Putri Duyung

Begitulah sang Dewa Laut akhirnya paham akan keadaan anaknya yang memang jatuh cinta. Tapi melihat wujud anaknya yang setengah ikan setengah manusia, ia jadi pesimis bahwa anaknya akan dapat hidup bersama Pangeran Erik.

"Tapi ayah kan punya Pusaka Mutiara Dewa?" kata Ariel kemudian.

Mutiara Dewa adalah pusaka utama Dewa Laut. Jumlahnya hanya ada tiga. Dewa Laut memberikannya dua buah kepada Ariel, satunya lagi untuk persediaan istana bawah laut. Mutiara pertama jika ditelan berguna untuk merubah tubuh ikan duyung sepenuhnya menjadi manusia utuh selama dua tahun. Mutiara kedua untuk menghidupkan orang mati karena keracunan.

Setelah Ariel menelan mutiara pertama dan berubah menjadi gadis cantik jelita, Dewa Laut kemudian melepas Ariel untuk menemui Pangeran Erik.

Ariel kembali ke pulau kosong tempat menolong Pangeran Erik. Pada saat yang sama Pangeran Erik juga berada di tempat itu.

"Kau... kau pastilah gadis yang pernah menolongku?

"Bagaimana pangeran tahu?" tanya Ariel.

"Aku sempat melihat wajahmu sebelum kau pergi. Setelah kembali ke istana aku tidak dapat tidur karena selalu memikirkanmu dan ingin bertemu denganmu. Sekarang... setelah kita bertemu, maukah kau kujadikan istriku?"

"Oh pangeran, aku hanya seorang gadis sebatang kara. Kedua orang tuaku sudah di dalam samudra."

"Maksudmu kedua orang tuamu sudah meninggal? Sudahlah tak mengapa, mari ikut aku ke istana kerajaan."

Demikianlah, Ariel akhirnya menikah dan hidup berbahagia dengan Pangeran Erik. Namun baru setahun mereka berumah tangga, ada seorang putri yang iri atas kebahagiaan mereka. Sejak lama Putri Tera jatuh cinta pada Pangeran Erik. Dia tak rela Pangeran Erik direbut Ariel.

Pada suatu hari Tera menaruh racun pada makanan Ariel, tapi makanan yang diberi racun itu terlanjur dimakan oleh Pangeran Erik. Maka matilah Pangeran Erik yang masih muda itu. Seluruh istana geger. Ariel dituduh sebagai pembunuhnya.

"Dasar gadis tak jelas asal usulnya, teganya kau membunuh suami sendiri?" serang Putri Tera di hadapan orang banyak.

Kini Ariel ingat nasihat ayahnya bahwa dunia manusia penuh dengan kekejaman dan fitnah. Sebenarnya sudah lama ia mengetahui bahwa putri ingin merebut suaminya darinya, namun Pangeran Erik tak pernah menggubrisnya.

Dengan tegas dan lantang, Ariel berkata, "Bukan aku yang meracuni suamiku. Aku tahu siapa pelakunya. Aku akan berusaha mengobati suamiku, supaya dia tahu pula siapa yang sebenarnya meracuninya."

Putri Tera gemetar mendengar ucapan Ariel. Ariel tak peduli, ia memasukkan Mutiara Dewa yang kedua. Lalu ia menciumi wajah suaminya, setelah puas ia berkata, "Selamat tinggal suamiku, dunia kita memang berbeda. Aku selalu mencintaimu."

Sebelum Pangeran Erik sadar, Ariel sudah berlari ke arah pantai. Ternyata di sana ayahnya si Dewa Laut sudah menunggunya dengan kereta, "Marilah anakku, kita kembali ke dunia kita sendiri."

Begitu menyentuh air laut, tubuh Ariel berubah lagi menjadi ikan duyung.

TAMAT.

Sabtu, 16 Maret 2013

Dongeng Skolong Reba Todo dan Si Cue

Di bawah ini adalah dongeng tentang Skolong Reba Todo dan Si Cue. Selamat membaca dan semoga ada hikmah yang dapat Anda ambil.

Skolong Reba Todo pemuda yang tampan sudah direncanakan untuk dijodohkan dengan anak bibinya. Walaupun anak bibinya belum lahir, Skolong sudah disuruh ibunya untuk mulai tinggal bersama dengan bibinya. Maksud ibunya, kelak kalau bibinya melahirkan anak gadis yang cantik maka gadis itu langsung akan dijodohkan dengan Skolong. Skolong pun berangkat menuju rumah bibinya. Ia diterima oleh bibinya dengan ramah. Bibinya sangat senang karena Skolong tampan dan rajin. Skolong membantu mencarikan kayu api. Ia pun bekerja di kebun bersama pamannya.

Waktu itu bibinya sedang hamil. Tentu saja Skolong berharap bibinya melahirkan seorang putri yang cantik. Tetapi yang lahir bukanlah seorang putri cantik, melainkan sebuah cue atau ubi hutan yang berbulu-bulu. Cue biasanya tumbuh begitu saja di hutan, tidak ditanam manusia dan juga tidak dipelihara manusia.

Paman, bibi, dan Skolong tentu sangat sedih. Tapi bagaimanapun makhluk itu adalah anak mereka. Mereka harus menerimanya dengan ikhlas. Lebih-lebih lagi si Cue bisa berbicara layaknya manusia. Mereka berharap Skolong tetap bersedia menerima Cue sebagai calon istrinya. Namun pemuda itu tidak mau. Skolong pun berniat untuk segera kembali ke rumah ibunya.

"Kakak Skolong," kata si Cue, "Kalau kau kembali ke rumah ibumu, aku juga ikut."

"Adik Cue! Jangan ikut aku!" kata Skolong, "Walaupun kau larang aku tetap pergi bersamamu."

Skolong berkemas-kemas untuk segera kembali ke rumah orang tuanya. Si Cue pun ikut berkemas-kemas. Si Cue tidak malu dan tidak sakit hati sekalipun diejek oleh Skolong. Skolong Reba Todo berjalan menuju kampungnya. Sekitar lima belas meter di belakangnya menyusul pula si Cue hendak menuju ke kampung Skolong. Di tengah perjalanan kadang-kadang si Cue bergulir mendahului si Skolong, tetapi Skolong tidak mengetahuinya. Skolong mengira bahwa si Cue masih berada di belakangnya, tahu-tahu si Cue berada di depannya. Jika si Cue berada di depan, seolah-olah Skolong melihat rombongan manusia yang berjalan dari arah berlawanan. Sebenarnya rombongan itu adalah rombongan si Cue, tetapi Skolong tidak mengenalinya. Ketika Skolong berpapasan dengan rombongan itu, beberapa orang bertegur sapa dengan Skolong, "Tuan-tuan, ada sebuah cue yang mengikuti saya, kalau tuan-tuan melihatnya, bunuh saja atau lemparkan cue itu ke jurang yang gelap," pinta Skolong kepada rombongan tersebut.

Setiap ada perjumpaan seperti itu, Skolong dilirik seorang gadis cantik yang ada dalam rombongan. Dalam sekejap mata gadis cantik itu berlalu bersama dengan rombongannnya, dan saat itu juga Skolong mendengar nyanyian seorang gadis, "Wahai Skolong, dalam perjalananmu yang jauh, kau lalui beberapa kampung, kau pandangi seorang gadis, betapa cintaku padamu, aku rindu belaianmu."

Mendengar suara nyanyian itu, Skolong diam sejenak. Dipandanginya alam sekitarnya, barangkali di sana ada seorang gadis yang sedang bernyanyi. Akan tetapi, di sekitarnya tiada seorang manusia pun. Yang ada hanyalah burung-burung berkicau. Skolong pun menoleh ke arah si Cue, siapa tahu si Cue juga bisa menyanyi. Akan tetapi, si Cue tak kelihatan.

Keluarga Skolong sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Mereka mengira bahwa Skolong akan datang bersama dengan istrinya. Begitu pemuda itu masuk ke kampungnya, keluarganya tidak melihat seorang gadis berjalan dengan Skolong. Yang dilihat hanyalah sebuah cue yang bergulir mengikuti Skolong.

Si Cue tidak peduli dengan kata-kata orang, ia masuk ke rumah Skolong dan segera mambantu orang tua Skolong untuk menanak makanan dan menimba air di pancuran.

"Oe, inang," panggil si Cue kepada bibinya, "Aku pergi timba air." Bibinya sangat heran. Si Cue menggeret-geret wadah air yang kosong. Sampai dipancuran, ia menanggalkan kulitnya. Orang tidak melihatnya. Begitulah kerjanya setiap hari.

Dalam minggu itu ada pesta wagal, yaitu salah satu pesta adat dalam tata cara perkawinan orang Manggarai. Dalam pesta itu akan diadakan pertandingan caci. Dalam pertandingan yang dimainkan kaum lelaki itu, biasanya ada iringan pukulan gong dan gendang oleh kaum wanita, gadis-gadis biasanya membawakan tarian khas Manggarai. Si Cue mengetahui pesta wagal yang disertai dengan caci. Oleh karena itu, si Cue menyiapkan rombongannya. Ia berpura-pura pergi menimba air di pancuran. Di sana ia menanggalkan dan menyembunyikan kulitnya di bawah batu lempeng. Setelah itu, tiba-tiba muncullah serombongan manusia; tua muda, laki perempuan, pemuda, dan gadis-gadis. Rombongan si Cue itu berarak-arak menuju ke halaman kampung, yaitu tempat berlangsungnya permainan caci.
Dongeng Skolong Reba Todo dan Si Cue
Dongeng Skolong Reba Todo dan Si Cue
"Rombongan dari mana ini?" tanya Skolong kepada orang-orang yang sekampung dengannya.

"Mungkin dari kampung Rejeng," jawab seorang kampung.

Rombongan yang dipimpin Cue itu sungguh menarik perhatian karena penuh dengan gadis cantik dan pemuda tampan.

Malam harinya Skolong bermimpi. Dalam mimpi ia disuruh untuk mengikuti si Cue ke pancuran. Ketika si Cue pagi-pagi buta hendak berangkat ke air pancuran, Skolong mengikutinya dan bersembunyi di sekitar pancuran. Dari persembunyiannya itu Skolong melihat si Cue menyembunyikan kulitnya di bawah batu lempeng. Setelah itu, muncullah serombongan manusia.

"Oo... ini rombongan si Cue," kata Skolong dalam hati. Begitu si Cue dan rombongannya berjalan menuju ke halaman kampung untuk mengikuti caci hari kedua, secara diam-diam Skolong mengambil kulitnya. Pesta caci hari kedua pun segera dimulai. Si Cue yang telah berubah menjadi gadis cantik itu sedang menari dengan lenggak-lenggoknya di halaman. Semua mata memandangi kecantikannya.

Pada saat si Cue sedang asik menari, Skolong meletakkan kulit si Cue di atas asap api. Begitu kulit itu kena asap api, si Cue yang sedang menari tiba-tiba pingsan. Orang-orang terkejut dan Skolong pun segera menolongnya. Kulit Cue yang telah kena asap api itu segera dicelupkan ke dalam air lalu dibalutkan ke kepala gadis cantik yang pingsan itu. Pelan-pelan gadis itu sadar. Setelah sadar, ia ditanya Skolong.

"Siapakah kau yang sebenarnya?" tanya Skolong. "Aku... anak bibimu," jawabnya pelan dan pasti. Sekarang Skolong baru semakin mengerti bahwa sebuah cue yang dilahirkan bibinya tempo dulu ternyata seorang gadis cantik. Skolong agak merasa malu dan rikuh jika ingat betapa dulu ia mengejek si Cue dan mempermalukan gadis itu dengan sikap dan kata-kata kasar.

Namun si Cue tidak mendendam, pada dasarnya ia memang mencintai pemuda itu maka ia tidak merasa terhina dan malu ketika diejek Skolong. Mereka segera dinikahkan dan akhirnya hidup berbahagia hingga hari tua. Seseorang tidak seharunya menilai orang lain dari ujud lahirnya saja. Tapi juga sikap dan budi pekertinya. Seperti halnya si Cue, walau ia hanya berbentuk ubi, ternyata ia sangat menyayangi Skolong, dan rela membantu orang tua Skolong bekerja keras.

Tamat.